Foggy Emendation

•August 8, 2010 • Leave a Comment

Hai, malam ini seharusnya gw bikin revisi buat tugas akhir. Niat buat beresin revisi ini sih udah ada dari 2 hari kemarin. Cuman apa daya ga ada progres sama sekali. 2 hari kemarin, baru buka laptop dan berpikir buat ngetik, terus baru timbul pertanyaan, apa yang seharusnya gw ketik. Gw paham betul alesan kenapa gw dibantai waktu sidang kemaren _dan gw nyalahin dosen pembimbing buat itu. Cuman begitu diimplementasi ke dalam halaman Pages via tuts tuts keyboard semuanya terlihat berkabut pekat. Iya tau, agak dramatis. Akhirnya daripada nulis analisis yang berkabut, gw nulis email ke dosen pembimbing buat mastiin daya tangkap gw waktu sidang kemarin bener. Bukannya males bikin analisis berdasarkan pemahaman sendiri terus dikoreksi sama dosen pembimbing, tapi tugas akhir gw menyangkut 4 brand, 1 brand punya 2 variabel buat dianalisis, 1 variable dianalisis pake 19 indikator. Berarti ada 152 point yang harus gw analisis. Daaan gw keberatan buat ngulang 152 point kalo ternyata pemahaman gw salah. Sementara si dosen sama sekarang belum ngirim email balesan. Besok revisi sudah harus disubmit. Dilematis.

Saturated Theses

•July 30, 2010 • Leave a Comment

Hai, ini adalah 3 hari menjelang sidang S1 gw. Skripsi sudah dikumpul seminggu kemarin. Slide sudah dicek beberapa hari kemarin. Latihan presentasi sudah 1 atau 2 kali kira kira. Sengaja udah beranjak jauh dari rumah, mondok di rumah temen di bilangan Sangkuriang. Sengaja udah ditemenin sama 2 orang teman rekan sesasam dosen pembimbing, oknum I dan oknum E. Tapi malem ini sungguh tidak bersemangat ngapa-apain. Jenuh adalaah kata yang tepat untuk menggambarkan keadaan saat ini. Sampai akhir gw memutuskan untuk mengisi blog ini saja. Bahkan gw nulis blog ini tanpa kacamata, saking malesnya ngapa2in.

Indonesia Mentalist Trick

•July 30, 2010 • Leave a Comment

Seharusnya gw nulis post ini jauh jauh hari. Soalnya gw udah janji sama salah seorang temen buat ngejelasin gimana caranya sang mentalist Indonesia bisa meramal siapa juara World Cup 2010. Tapi karena kesibukan here and there jadi bahkan buka wordpress aja belum sempet. Gw tau ini telat banget, tapi toh gw nulis ini buat menuhin janji gw aja. :p

Di post sebelum ini gw jelasin tentang metode menebak juara dunia dengan kode. Ternyata kode itu hanya untuk mengarahkan pada satu situs tertentu, yaitu YouTube. Sang mentalist sudah menyiapkan sebuah video yang dia post tanggal 17 Juni atau sekitar 3 minggu sebelum final piala dunia. Video tersebut berisi jawaban siapa pemenang juara dunia. Jadilah sang mentalist telah sukses menebak siapa juara dunia.

Apa yang sebenernya terjadi adalah MUNGKIN, sang mentalist sudah ngepost 32 video yang masing masing video dia menyebutkan satu negara sebagai juara dunia. Dia post video itu tanggal 17 Juni dan diset sebagai “private channel” sehingga tidak ada orang yang bisa lihat. Setelah final piala dunia beres, dia hapus 31 video yang salah, dan set video itu sebagai “public channel” jadi orang orang bisa lihat video tersebut. Bagaimana pun dia sudah “menebak” siapa juara dunia per tanggal 17 Juni.

World Cup 2010 Winner Prediction?

•July 4, 2010 • 6 Comments

Saya bukan penggemar bola, jauh banget dari penggemar. Ketika orang orang heboh World Cup dan Twitter over capacity, saya malah mikirin tugas akhir S1. Bagaimanapun World Cup 2010 ini menarik, mulai dari pengangnya vuvuleza sampai kandasnya tim tim favorit, Perancis & Itali. Tapi bukan gara gara itu post ini dibuat.

Sebelum World Cup ini dibuka, ada seorang terkenal yang menyebut dirinya mentalist akan memprediksi siapakah pemenang World Cup 2010. Tentu saja ini menarik! Bagaimana mungkin seseorang bisa tau hasil pertandingan paling besar di planet ini jauh jauh hari sebelumnya! Tapi yang menarik disini adalah, bagaimana cara dia tahu? Dasarnya saya ga percaya ada orang benar benar bisa tahu hasil World Cup. Pasti ada caranya sehingga mentalist ini begitu pede dia bisa memprediksi. Come on, lupakan klenik dan teman temannya, ini World Cup.

Beberapa hari kemarin seorang teman bertanya, “Fad, bisa mecahin kodenya mentalist ini ngga?”. Wow! Ternyata sudah keluar prediksi dari mentalist ini. Mentalist ini ngeluarin kode tangga 17 Juni via account Twitternya.Terus terang saya sendiri ga follow account Twitternya karena buat apa!?

Hal yang menarik dari ini adalah mentalist ini mengeluarkan prediksinya via kode. Mengapa lewat kode, ga diomongin langsung? Iya tau, kalo diomongin langsung ga seru. Tapi bukan itu poinnya. Karena untuk bisa tahu jawabannya dari sebuah kode, kode itu harus di-decode. Siapa yang tahu sebenernya cara untuk decode? Mentalist itu sendiri. Cara untuk decode itu dibuat oleh mentalist ini sehingga dasarnya suka suka dia mau bikin berapa cara untuk decode ini kode. Jadi, dengan mengeluarkan statement dengan kode, mentalist ini bisa ngutak ngatik prediksinya mautnya seenaknya. Bukan kodenya yang berubah, tapi cara decodenya.

Misalnya kodenya adalah XXX. Kemungkinan prediksinya ada 4: YYY, AAA, JJJ dan KKK. Yang dilakukan mentalist adalah mencari cara/alasan untuk menerjemahkan:

XXX jadi YYY, jika YYY adalah jawaban yang bener.

XXX jadi AAA, jika AAA adalah jawaban yang bener.

XXX jadi JJJ, jika JJJ adalah jawaban yang bener.

XXX jad KKK, jika KKK adalah jawaban yang bener.

Ketika akhirnya dia harus membuka kodenya dan jawaban yang benar adalah YYY, maka dengan antusias dia akan menjelas cara merubah XXX jadi YYY dan membukti bahwa prediksinya tepat. Rumit memang, tapi masih mungkin dilakukan daripada tahu pemenang world cup 3 minggu sebelum final.

Mentalist ini tweet, “As promised! Here is the CLUE of the winner of FIFA WORLD CUP:NC1253HZ6 decript this code and ull know my prediction! It will correct 100%”. Jadi kode sakti ini adalah NC1253HZ6.

Berikut adalah contoh menerjemahkan NC1253Hz6 jadi nama tim World Cup 2010.

–GERMAN–

NC1253HZ6 = N + C + 1253 + HZ6

N=North=Utara -> Letak negara nya di utara…

C=Christianity -> Mayoritas penduduknya (63%)

1253 = angka yg menunjukkan letak negaranya. Karena letaknya di utara, disesuaikan dengan letaknya menurut garis lintang utara. 52°-31° lintang utara.

H=Horst Köhler -> president resmi terakhir yg dipilih melalui pemilu

Z=zurücktreten -> artinya mengundurkan diri

6= 6 tahun

Jawabannya Jerman. Letaknya di utara, 52°-31° lintang utara. 63% penduduknya Christianity. Horst Köhler dilantik tanggal 1 juli 2004, pada pemilu 23 mei 2009, terpilih kembali menjadi president. Horst Köhler mengundurkan diri yang dalam bahasa jerman zurücktreten setelah menjabat president selama hampir 6 tahun pada tanggal 31 mei 2010.

NB. Courtesy of: ibell @ asianbookie Indonesia

–BELANDA–

NC=Nassau Colonies, adalah pasukan tertua yang masih eksis di dataran eropa.

1253=Tahun dimana terbentuknya Holland Dinasty terkuat dimasanya.

HZ6=Holocaust Zuiderzee 6, adalah bangunan terpanjang didunia yaitu sepanjang 10rb km.

Semua itu dimiliki oleh BELANDA.

NB. Courtesy of: acenk @ asianbookie Indonesia

–GHANA–

NC1253HZ6 = Negatif Counter 1.253 HoriZontal 6

Negatif Counter 1.253 = Longitude -1.253 = 1,253 W = Bujur Barat 1.253 derajat

HoriZontal 6 = Latitude +6 = 6 N = Lintang Utara 6 derajat

…dan posisi tersebut ada pada negara …. GHANA…

coba check di GoogleMap..

NB. Courtesy of: diak @ asianbookie Indonesia

–INGGRIS–

N = No

C = Champions

1 = 1x menang lawan Slovenia

2 = 2x seri lawan AS dan Aljazair

5 = 5x kebobolan (1x vs AS, 4x vs Jerman)

3 = 3x mencetak gol (1x vs AS, 1x vs Slovenia, 1x vs Jerman)

H = huruf ke-8, 8 adalah nomor punggung Lampard yang golnya tidak disahkan.

Z = huruf ke-26, 2 dikurang 6 = -4, 4 gol diderita Inggris di partai terakhirnya.

6 = huruf ke-6 adalah F, F sekali lagi untuk Frank Lampard si buah bibir kekalahan Inggris.

Jadi, Piala Dunia 2010 tidak ada juara yang pantas, karena negara yang seharusnya juara hanya 1x menang, 2x seri, kebobolan 5 gol, dan mencetak 3 gol. Di pertandingan terakhir menderita 4 gol yang diwarnai kontroversi Frank Lampard, si pemain bernomor pungung 8. Dan Inggris adalah negara berhawa dingin.

NB. Courtesy of: sragentina @ asianbookie Indonesia

Memang Ghana & Inggris sudah out waktu post ini dibuat. Memang kode untuk Inggris agak ngasal. Poinnya adalah bahwa kode ini dibuat sengaja biar ada bias cara memecahkannya. Mungkin dia jago bikin kode dan cara decodenya, tapi yang pasti ga ada yang tau siapa pemenang World Cup 2010.

Belief of belief

•May 31, 2010 • 2 Comments

Ah, sudah lama sekali saya ga nulis disini. Ada dua faktor besar kenapa mencurahkan pikiran ke blog ini bisa terhenti. Pertama adalah magang. Terhitung akhir Januari kemaren sampai akhir April adalah periode magang saya di McCann Erickson. It’s a great company. They really care about internship, a super cool intern one. Karena kantor McCann di Indonesia cuman ada di Jakarta jadi yah selama magang saya tinggal di Jakarta. Perpindahan tempat hidup juga berarti perpindahan fasilitas. Perpindahan fasilitas juga berarti aksesibilitas terhadap internet. Memang, di kantor internetnya kenceng gila. Tapi kapan pernah niat ngeblog siang siang? Sementara kalo malem, internet lebih sulit dicapai karena saya numpang di rumah teman yang luar biasa baik dan tidak mau disebut namanya. Jadinya magang mematikan niat buat ngeblog.

Alasan kedua adalah twitter! Social media kurang ajar satu ini emang menyita perhatian sama sekali. Kalo lagi ga ada kerjaan , bener bener yang dilakukan adalah cek twitter. Memang sih banyak gunanya buat tau what has been happening. Cuman di sisi lain, trigger utama buat ngeblog itu kan kalo ada ide yang perlu dikeluarkan tapi ga ada penyaluran makanya ditulis di blog! Tapi ini bisa dirangkum dalam 140 karakter dan tinggal ditweet. Memang ada beberapa pemikiran yang terlalu jenius untuk dituang di twitter. Makanya saya ngeblog hari ini! Make sense?

Jadi ada yang pengen saya tulis sini. Bermula dari update twitter (tuh kan twitter lagi! emang udah mendarah daging sih ini) dari seorang teman. Dia bilang, “apa kalo kita lahir di Amerika kita bakal jadi kristiani, kalo lahir di India jadi hindu dan kalo lahir di China jadi konghucu?” Ini menarik. Hal pertama yang sampe di pikiran adalah, apakah saya menjadi muslim semata mata karena saya lahir di negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia sehingga probabilitas saya jadi seorang muslim lebih besar daripada jadi seorang kristiani, atau agama lain? Jika saya yakini kalo agama Islam benar, misalnya saya lahir di Amerika dan menjadi kristiani, apakah saya masuk neraka semata mata karena saya lahir di sesuatu negara tertentu? Bukan salah saya dong saya lahir di negara mana. Saya ga pernah minta tuh buat lahir di Amerika.

Setelah itu akan timbul bantahan, pada dasarnya setiap orang perlu mencari kebenaran atas kepercayaannya masing masing. Tapi bakal ada pertanyaan, itu kan tergantung tingkat intelejensia seseorang juga? Bagaimana kalo dia tidak cukup pintar untuk membanding keimanan yang satu dengan yang lain. Misalkan konsep agama terlalu berat buat otaknya? Sementara kita tahu kalo Tuhan memang ga membagi tingkat intelejensia manusia sama rata. Apa dia jadi masuk neraka kalo agama default yang dia ambil adalah agama yang salah sementara dia tidak mampu untuk memikirkan mana agama yang menurut dia benar?

Itu kalo soal tingkat intelejensia dari manusia. Bagaimana kalo ternyata tidak banyak orang yang sadar kalo dia perlu mencari kebeneran agamanya sendiri? Mereka hidup seperti kebanyakan orang: sekolah-kerja-pensiun-meninggal. Mereka ga pernah kepikiran tentang apakah agama default yang mereka anut adalah benar? Apakah mereka jadi masuk neraka karena mereka sibuk mengurusi hidup mereka yang pas pasan dan bekerja keras demi memenuhi suap nasi anak istri? Apa salah mereka juga kalo mereka ga dapat pendidikan agama yang memadai? Apa salah mereka kalo mereka memang hidup di dunia yang orang orangnya menganggap agama adalah prioritas ke delapan belas dan mereka ga tahu itu salah?

Apakah seseorang menjadi salah ketika dia bahkan tidak tahu dia salah sampai akhir hayat? Saya pernah mendengar dari ajaran di agama saya kalo orang ga tau (sesuatu adalah salah) maka ga apa apa. Jadi misalnya saya disodorin makanan dan ternyata itu mengandung babi, kemudian saya tidak pernah tau telah memakan itu maka saya jadi tidak salah. Kalo begitu, orang orang yang tidak pernah tau seperti apa agama yang benar sampai akhir hayatnya, berarti dia adalah salah?

Tapi bisa jadi at least semua orang pernah denger tentang agama agama besar di dunia. Itu menjadi salah mereka sendiri ketika mereka tidak tergerak untuk mencari kebenaran di masing masing agama itu. Sementara setiap agama punya metode penyebarannya sendiri. Paling ga, pernahlah sekali seumur hidup seseorang mendengar tentang suatu agama yang benar (atau memang itu adalah agama defaultnya). Nah ketika dia tidak mengambil kesempatan untuk mencari informasi lebih banyak tentang agama yang benar maka dia salah.

Apa kabar suku suku pendalaman afrika? Mereka yang lahir di hutan afrika, makan, hidup dan mati disana juga. Mereka terisolasi dalam kebudayaan mereka sendiri. Mereka ga tau planet kita bulat, kita punya 7 benua  5 samudera, perang dunia, isu global warming, google dan twitter. Baju rumbai rumbai dan panah beracun sudah cukup buat mereka. Apakah mereka juga masuk neraka karena mereka ga merantau ke kota untuk cari update tentang agama agama terkini daripada ajaran nenek moyang mereka?

Oke kalo gitu gimana kalo setiap believer stays di agamanya masing masing aja. Biar ga ada pemikiran kaya di atas. Nikmatin aja ajaran yang udah dibawa dari lahir. Doain aja itu adalah agama yang bener bener diridhoi Tuhan. Apa pun yang terjadi nanti setelah kematian jadi tanggung jawab masing masing. Terima saja. Ga usah ada konversi-konversi agama apalagi perang atas nama agama. Kita hidup atas dasar siapa anak siapa yang beragama apa dan lahir dimana.

We Are

•February 26, 2010 • 2 Comments

Suatu hari di tempat magang:

E: Eh jadi, kalo di sekolah bisnisnya ITB itu tugas akhirnya apa?
I: Ya bikin TA.
E: Terus, TA lo apaan?
I: Analysis consumer perceived value dari competitive reviewnya merek rokok di Indonesia.
E: Oh gitu? Biasa aja ya. Kalo di p***m** tugas akhir S1nya bikin business plan sendiri.
I: Oh kalo di SBM si bikin bisnis plan si kerjaannya anak tahun kedua.
E: Tapi kalian juga cuman bikin aja kan ya?
I: Kita jalanin juga di semester berikutnya.
E: Bisnis kecil-kecilan gitu kan? Jual makanan-makanan gitu?
I: Yah, kalo yang didagangin kristal terus 4 bulan pertama omzetnya ratusan juta si ga bisa dibilang kecil-kecilan juga.
E: Ooh begitu. Bagus juga yah SBM.

Good luck SBM 2010 buat tahun terakhirnya. Have good days!

Apartment & Attainment

•February 11, 2010 • 6 Comments

Waktu itu saya sama ibu habis muter muter cari pabrik buat kosmetik ibu di Bandung-Bogor. Kami lagi di tol padalarang waktu itu, di daerah deket pasteur. Dari jauh keliatan ada konstruksi bangunan di pinggir dari jalan. Ga persis di pinggir si, agak jauh dikit. Itu bangunan apartemen yang masih dibangun. Ibu cerita kalo apartemen itu disubsidi pemerintah. Katanya sekarang pemerintah lagi menggalakkan konsep vertical living. Jadi, apartemen-apartemen yang baru dibangun rata rata disubsidi. Subsidinya juga lumayan gede.

Ibu cerita waktu itu pengen punya kamar di apartemen sana. Dia bilang buat investasi. Sekalian juga ntar buat hari tua. Soalnya lokasi ga terlalu rame karena ga terlalu deket kota, sementara juga ga terlalu jauh kalo butuh ngapa-apain. Fasilitasnya juga pas buat ibu yang belakangan suka olahraga. Bukan apartemen mewah memang, tapi tampak pas aja buat kriteria ibu.

Waktu ibu bilang buat hari tua, ibu juga nambahin, ntar suatu hari ayah udah duluan atau ibu yang duluan sementara anak anak udah pada punya kerjaan masing masing pasti rumah yang di cimindi ga efektif lagi. Ga enak kata ibu kalo harus tinggal sendiri sementara masih ada kenangan berdua dan berlima. Pasti cape hati.

Ibu bukan tipe ibu ibu sinetron yang suka membesar besarkan masalah. Justru sebaliknya, semua masalah dipikir selogis mungkin. Bahkan, kalo bisa diminimalisir gaungnya ya diminimalisir. Jadi kalo ibu mulai serius membahas sesuatu itu pasti penting. Bukan karena iseng aja pengen diomongin.

Ibu juga bukan tipe yang banyak mau. Jarang banget ibu bilang terang terangan apa yang dia pengen. Kalo mau beliin kado ulang taun pun harus ngurut ngurut hobi ibu belakangan apa. Intinya, ibu lebih suka nyimpen keinginanya sendiri. Baru di pembicaraan di tol itu ibu mengungkapkan apa yang dia pengen buat ke depannya, di hari tuanya.

Alesannya yang ibu bilang juga masuk akal sekali. Ayah sama ibu udah ga muda sama sekali. Sudah akhir kepala 4 dan awal kepala 5. Alhamduillah, semua masih sehat wal afiat. Tapi ibu juga bener, suatu hari nanti pasti ada hari dimana ayah yang duluan atau ibu yang duluan. Itu pasti. Bukan maksudnya buat ngebayangin yang ngga ngga apalagi ngedoain. Jauh dari situ. Cuman, itu kenyataan yang bakal harus diterima, suka ga suka dan ibu udah mempersiapkan itu dari sekarang.

Saya selalu membayangkan kalo hidup memang bakal berubah. Bakal selalu ada pengalaman baru, teman baru, dunia baru yang siap dijalani. Pokoknya, berpikir ke depan. Saya bakal meraih ini itu dan segala macem mimpi. Tapi saya bener bener lupa kalo apa yang udah kita punya sekarang juga punya waktunya sendiri. Ga semua yang kita punya bakal terus kaya gitu. Bahkan tanpa kita apa apain, cepet lambat yang udah kita bakal ilang juga. Betapa egois saya selama ini cuman mikirin saya ke depan. Gimana soal bukan-saya dan bukan soal kedepannya? Gimana soal orang di sekitar saya dan sekarang?

Satu hal yang bikin saya tertohok adalah ibu jelas sekali menyadari fakta kalo ayah ibu udah beranjak ke usia yang lebih tua setiap tahunnya. Sementara saya sebagai anak yang berulang kali bersumpah untuk bikin bangga orang tua tampak ga kemana kemana. Dari sumpah yang dulu sampai sumpah yang belakang ya gitu gitu aja. Ga kemana kemana. Ga ada perubahan yang signifikan yang kira kira bisa bikin bangga.

Satu hal yang tersirat dari dulu jaman SD sama jaman SMA adalah ayah ibu pengen banget anak menguasai eksak dan agama. Ibu yang naruh poster gede gambar traktor lagi kerja di kamar. Baru beberapa tahun kemudian ibu cerita kalo ibu berharap dengan lihat poster itu saya jadi suka sama sipil yang memang basis pendidikan ibu. Ayah selalu semangat buat ngajarin anaknya soal mesin dan apapun logika dibalik kenapa mesin bisa bekerja. Memang itu hobi ayah makanya jadi sarjana.

Kenyataannya, jauh dari suka sipil saya masih pasang poster traktor itu emang karena ga ada poster lain. Lagian warna langit sama texture batuan yang ditiban sama si traktor juga bagus. Jauh dari suka mesin, saya bahkan ga ngerti ngerti gimana si keseluruhan mesin bisa kerja. Bukan karena ga bisa ngerti, emang dasar ga tertarik. Padahal saya udah bisa ngerakit komputer non built up dari sejak kelas 2 SMP.

Apartemen yang belum jadi itu ternyata bikin saya sadar, waktu terus berjalan. Seiring waktu itu berjalan, ga cuman ada sesuatu yang baru bakal dateng, tapi juga sesuatu yang udah ada bakal hilang. Waktu saya umur 5 tahun, keluarga ini adalah keluarga kecil yang penuh mimpi mimpi yang akan tercapai kelak. Sekarang saya 20 tahun, sudah lewat 15 tahun. Mimpi mimpi itu masih ada. Tapi kata kelak udah ga bisa dipake. Kelak itu ya sekarang. Saya berharap juga bisa punya satu keluarga besar dengan kakek nenek yang masih lengkap. Iya, kalo nanti bener gitu, kalo ngga? Hidup udah cuman sekali. Ga bakal diulang. Orang tua juga cuman dua. Ga bisa diganti.