Dream Duds – Indonesia Pusat Busana Muslim Dunia?

Gw barusan baca tweet dari detikdotcom yang judulnya, “RI bermimpi menjadi pusat pakaian muslim dunia”. Kata yang menarik ini adalah bermimpi. Kenapa bermimpi? What’s wrong with menjadi pusat pakaian muslim dunia? Kesannya bahwa itu cuman angan angan konyol. Kemudian gw mengira-ngira apa yang bikin itu tampak seperti khayalan semata. Maksudnya, negara ini punya cukup sumber daya, baik manusia maupun alam. Merek sepatu besar macam Nike dan Adidias produksi disini, di negara ini. Sepatu kelas dunia aja kita bisa buat kenapa ngga dengan pakaian muslim? Negara ini juga negara dengan penduduk muslim terbesar! Pakaian muslim bukan barang baru sama sekali buat seluruh, yap seluruh, penduduk.

Untuk bisa jadi pusat pakaian muslim, kita butuh satu diferensiasi dari penghasil pakaian muslim lainnya di dunia. Tentu saja harga murah dan kualitas bagus sudah jadi harga mati yang harus dipenuhi. Apa yang terjadi jika Indonesia juga menjadi patokan trend bagi pakaian muslim seluruh dunia. Maksud gw ini feasible sama sekali, dibanding dengan negara timur tengah yang juga kental muslimnya, negara kita jauh lebih maju soal variasi busana muslim. Negara kita dengan penduduk muslim terbesar tidak hanya dipenuhi dengan jilbab seluruh badan dan cadar hitam seperti di negara timur tengah.

Dengan ambisi sebesar itu walaupun kita punya potensi yang sangat bagus tetap saja pemerintah harus mencurahkan pemerintah untuk hal ini. Kita bisa support desainer busana yang terbaik untuk kelas busana muslim untuk kampanye busana muslim Indonesia ke event event di luar negeri. Ini seharusnya memakan waktu bertahun tahun. Goal dari kampanye ini adalah brand awareness bahwa Indonesia tidak cuman punya batik tetapi juga busana muslim yang fashionable dan updated. Kemudian setelah image itu terbentuk, cepat lambat produsen akan menerima permintaan pembuatan busana muslim dari seluruh dunia. Ok, ini rencana klise memang. Poinnya adalah kita bisa ko membuat itu jadi kenyataan.

PS. Ketika support desainer berkelas, lakukan dengan sepenuh hati dan budget. Gunakan mereka yang benar benar pro. Lupakan program bayar bibit unggul dengan murah. Ini kebiasaan kita, terlalu naif bahwa semua bisa didapat dengan harga murah. Sehingga ada wacana, daripada kita pakai mereka yang sudah terkenal mendingan cari desainer muda yang berbakat dan kita bisa bayar murah. Sering dengar yang mirip kaya gitu? Kita bisa menghemat biaya sekaligus mengorbitkan desainer muda. Naif. Untuk mendapatkan desainer muda yang sanggup melakukan pekerjaan profesional dibutuhkan juga kemampuan untuk seleksi yang bagus. Siapa yang seleksi? Pemerintah? Ayolah, gunakan pajak dari rakyat untuk menggaji mereka yang terbaik tidak salah ko. Jangan terlalu piciklah.

PSS. Uncorrelated links. Don’t bother.

Hook and Loop Sandpaper

School Locker Locks

~ by Marketing Blog on August 18, 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: