Earthquake Exploration

Earthquake by Sagethewinger

Earthquake by Sagethewinger

Rabu 2 September 2009 telah terjadi gempa yang melanda Bandung, Tasik, Jakarta dan daerah-daerah sekitarnya. Waktu gempa terjadi kebetulan gw lagi ada di kelas Capital Market. Hal yang menarik dari kejadian gempa itu adalah respon alami orang-orang yang ada di tempat kejadian. Gimana reaksi orang itu mencerminkan kepribadian asli secara sekilas.

Ada orang posisi awalnya adalah di tengah kelas, tapi begitu dia sadar kalo yang terjadi pada saat itu adalah gempa, posisinya seketika menjadi orang yang paling dekat dengan pintu. Disertai dengan muka paling panik. Mungkin orang tersebut punya pengalaman yang buruk dengan gempa. Mungkin juga dia paling sadar apa yang terjadi akan akibat terburuk dari gempa. Mungkin juga dia orang yang paling takut terjadi apa apa pada dirinya.

Ada juga orang yang santai sekali. Dia masih tetap duduk di kursinya sementara setengah kelas sudah berhambur keluar. Bahkan temennya sempet narik-narik dia buat keluar. Orang ini cuman mejawab santai, ‘kalo mati mah di tangan Tuhan, lagian juga syahid ini’. Walaupun dia pada akhirnya keluar, dia orang pertama yang masuk lagi ke kelas. Padahal seisi gedung sudah sampai ke lapangan parkir. Mungkin orang ini yang pasrah dengan keputusan Tuhan. Mungkin juga orang ini tipe orang yang terbiasa bertindak setelah ada bukti konkret.

Ada juga reaksi menarik dari dosen. Waktu yang kejadian dimana semua orang berhambur keluar, gw ngelihat ada dua tipe karakter dosen yang berbeda. Ada dosen yang menjadi anggota dari gerombolan orang yang keluar pertama (mengingat posisi dia paling dekat dengan pintu). Dia ga merhatiin anak-anak didiknya lagi desek2an pengen keluar sambil teriak-teriak. Begitu semua orang sudah keluar, posisi dia adalah yang paling jauh dari pintu.

Ada juga dosen yang membuka pintu terus mengatur anak-anaknya keluar dengan teratur. Walaupun raut mukanya dia menunjukan kalo dia juga inget cepet keluar takut kondisi gempa makin parah. Setelah isi kelas hampir habis, baru dia bergegas keluar.

Gw sendiri ngerasa ga perlu panik waktu gempa tadi, mengingat gempanya sendiri ga terlalu gede dan menurut itungan gw ga bakal sampe bikin gedung SBM runtuh (gw tau kebiasaan gw berasumsi bisa bikin gw mati cepet). Apalagi waktu gempa kedua, temen gw udah bilang kalo pusat gempanya ada di Tasik. Tasik itu cukup jauh dari Bandung.  Kembali dengan itungan gw, gw prediksi kalo gempa ini ga bakal bikin major damage di kampus gw. Ada satu yang gw inget begitu gw sadar dalam keadaan gempa. Gw langsung kepikiran soal teori tempat terlindung segitiga.

Jadi gw pernah baca artikel kalo kita terjebak dengan gempa yang sampe bikin runtuh bangunan, kita perlu cari sudut dimana kita bisa meringkuk.  Ada 2 syarat sebuah sudut pantas kita pake buat meringkuk atau ngga, tembok tempat kita menempelkan diri harus cukup kuat untuk tidak rubuh dan ga ada benda di atas yang mungkin jatuh menimpa kepala. Setelah kita udah ada di posisi itu, menurut artikel tersebut, andai kata langit langit di atas kita roboh maka akan ketahan sama tembok tempat kita nempel dan sudut tempat kita berlindung jadi ruang kosong. Sisanya tinggal tunggu tim penyelamat menemukan kita. Takut kita ga bertahan hidup sambil nunggu regu penyelamat, dianjurkan buat bawa makanan/minuman sebanyak yang kita bisa.

Walaupun cara diatas mungkin efektif, tapi ga ada solusi yang lebih bagus daripada keluar secepat mungkin dari gedung dan menjaga jarak dengan gedung yang mungkin roboh. Beruntung di SBM ga ada yang terluka atau kenapa-napa. Sementara tempat lain mungkin ada korban.

~ by Marketing Blog on September 2, 2009.

6 Responses to “Earthquake Exploration”

  1. Ada juga mereka yang malah nyantai maen Dota.

    Di tempat lain (Tasik tepatnya) udah bukan ‘mungkin’ ada korban lagi. Buanyak. Kasian tuh.

    • Apanya santai maen dota. kalian juga panik. abis gempa kedua gw balik lagi itu ke comlabs ama tabi, udah ga ada orang.

  2. gw termasuk yang mana ya fad.??
    panik tp diem aj..
    !(@^(*$!$&)(!$@???

  3. saya mah lagi tiduran di kamar sambil denger lagu keras2..
    ‘kok bass speakernya gede banget ya ampe bikin kamar goyang?’
    fakta 1 : saya denger lagu mellow
    fakta 2 : pas keluar, tetangga udah pada ngumpul, kayak lebaran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: