Antasari : The Figure

Antasari dan KPK

Beberapa teman saya bilang, ‘fad, gara-gara ilang laptop jadi jarang update blog ya?’. Sejujurnya si iya, abis gimana buat beresin design aja keteteran, kemarin Minggu aja harus ke kampus sampe malem demi pinjem komputer tutor dan berharap koneksi bagus. Ternyata kayanya koneksi buat hari minggu dilimit sama IT SBM yang gaul itu. SIALAN. Tapi iya IT SBM jadi gaul, liat aja home page IT SBM tiap hari di-update. Salut deh buat IT kampus bisnis nomor satu se-Indonesia. *yayaya Walaupun keseharian saya berubah total sejak ga ada partner, jadi ga ada kerjaan tiap break siang, ga lama2 di kampus, tas jadi enteng, mudah mendelay pekerjaan, tapi ada satu berita yang jadi bahan pikiran saya. Yaitu soal kasus pembunuhan Nasrudin si direktur salah satu BUMN yang melibatkan Antasari Azhar si ketua KPK sebagai tokoh intelektual dibalik eksekusinya, yang menurut saya sendiri kaya difilm2.

Sekilas tentang Antasari

Saya sejujurnya cukup mengagumi sosok ketua KPK kita ini. Dia diragukan kebersihannya waktu mulai menjabat jadi ketua KPK, tapi semua itu ditampis dengan kinerja KPK yang luar biasa. Penangkapan demi penangkapan anggota DPR, orang orang kejaksaan bahwa besan presiden! menyakin masyarakat dan saya khususnya bahwa di Indonesia masih ada orang yang rela mengorbankan kehidupan sosialnya bahkan nyawanya demi bangsa ini! Selama menjabat jadi ketua KPK, Antasari berusaha menjaga jarak dengan kebanyakan orang. Ketika diundang ke acara perkawinan pun dia hanya salaman dengan pengantin dan ngasih amlop langsung cabut, biar ga keliatan akrab sama orang. Intinya, di mata saya, Antasari adalah sosok pahlawan di jurang korupsi negeri ini.

Hubungannya dengan kasus ini

Kemudian, tadi sore Antasari ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian. Bagian yang menarik adalah, dugaan motif Antasari memerintahkan orang untuk membunuh Nasrudin adalah wanita! Tersebutlah nama seorang wanita berumur 22tahun yang merupakan istri ketiga dari Nasrudin bernama Rani Juliani. Rani disebut2 sebagai wanita rebutan antara seorang direktur BUMN dan ketua KPK. Rani yang bekerja part-time sebagai caddy golf tempat Nasrudin biasa bermain golf. Kemudian Nasrudin yang telah mencampak istri pertamanya dan meninggalkan istri keduanya mengawini Rani dengan siri. Nasrudin yang kemudian menemukan bahwa temannya, Antasari selingkuh dengan Rani, istri ketiganya. Nasrudin lalu menggunakan hal ini untuk memeras Antaasari. Tidak tahan diperas, Antasari kemudian meminta tolong temannya seorang yang punya sebuah koran untuk dihubungkan dengan perwira polisi di polda. Kemudian, si perwira polisi yang merancang pembunuh Nasrudin dengan lima orang eksekutor.

Kejanggalan dari kasus ini

Beberapa hal yang aneh menurut saya dari kasus ini adalah,

Mungkinkah seorang yang berkredibilitas tinggi dengan karir yang sedang memuncak akan menghabisi nyawa seseorang?

Seseorang yang merupakan temannya sendiri?

Demi seorang wanita berumur 22tahun?

Dan hanya seorang caddy golf?

Mengapa kasus ini begitu mudah terungkap?

Konspirasi yang mungkin terjadi

Satu) Mengingat begitu banyak orang yang dirugikan dengan sepak terjang Antasari dan tim KPKnya, mungkin sekali skenario ini dipilih untuk menjebak Antasari. Antasari yang kuat mental terhadap korupsi akhirnya dijebak dengan wacana wanita. Target pembunuhan yang dipilih ada orang yang mempunyai posisi cukup tinggi untuk diliat media masa namun tidak menyangkut kepentingan orang banyak.  Waktu yang dipilih adalah waktu pemilu karena di waktu seperti ini, semua orang menjadi punya kepentingan khusus pejabat tinggi, sehingga perhatian menjadi mudah teralihkan jadi mereka yang pro-Antasari tidak sempat membantu, begitu pemilu beres tau2 Antasari sudah mendekam di penjara. Misi dari konspirasi ini adalah untuk mengakhiri karir Antasari dengan hukuman penjara antara 20 tahun – seumur hidup karena dijerat pasal pembunuhan berencana

Dua) Segala sesuatu yang terjadi sekarang tidak direncanakan sekedar tahun lalu atau bahkan tahun lalu, mungkin apa yang sudah terjadi sekarang adalah bagian dari plan jangka panjang. Mungkin saja, pada akhirnya Antasari akan dibebaskan tanpa tuduhan apapun. Namun, image Antasari sebagai pahlawan melawan korupsi yang lolos dari lubang jebakan akan menjadi sangat kuat melekat pada masyarakat. Sehingga, Antasari dianggap sebagai ‘superhero’. Tentu saja lebih mudah mengontrol suatu massa yang sudah punya patokan figurnya. Tahun-tahun berikutnya Antasari digunakans sebagai figur untuk mengendalikan rakyat. Atas dasar apa teori ini? Karena rencana untuk menjebak Antasari ini terlalu dangkal dan begitu transparan sehingga memunculkan dugaan bahwa ini hanya sebuah cara menuju suatu konspirasi yang jauh lebih besar. Lihat bagaimana Obama digembar-gemborkan ber-multi etnis dan latar belakang (dari kenya, indonesia, afro-amerika) sehingga dapat diangggap sebagai simbol persatuan dunia Afrika dan Islam dengan Amerika. Siapa yang tau ada konspirasi dibalik figur cemerlang itu?

~ by Marketing Blog on May 4, 2009.

6 Responses to “Antasari : The Figure”

  1. Beberapa teman saya? Paling gw doang😛

    Tumben bahasan lo cukup berbobot.

    Hmm. Gw pengen ngasih tanggapan serius tentang kasus yang ini tapi nanti kolom komen ini udah jadi kayak satu entry blog aja.

    • Qisti juga bilang gitu hahahaha. Karena gw lebih dewasa sejak kematian laptop gw. Yayaya.
      Hahaha, emang lo bisa komen serius? monggo di-post disini.

  2. Kasihan Antasari, tapi kasus ini kayaknya juga menutupi kekisruhan pemilu ya

    • Iya, padahal kalo dari sudut pandang saya KPU sekarang emang berantakan banget. Tapi kisruh DPT serta merta ketutup sama kasus Antasari ini

  3. hm hm hm…. kalo ngomongin soal konspirasi ngga akan ada abis nya menurut gw. gw sebagai rakyat biasa, cuman bisa nerima apa yang di berikan sama media. bisa jadi apa yang dipublish ke masyarakat ngga sama dengan kenyataan sebenarnya. tapi ya… mo gimana lagi?

    gw bukan detektif yang mengusut kebenaran suatu kasus. nah, ngomong2 soal detektif, gw heran, sebenar nya indonesia tuh punya detektif ngga sih? setiap ada kasus kok selalu di-handle sama roy suryo -_-;

    • Gw setuju qis, gimana pun media berperan vital. Bagaimana pun masyarakat kan cuman denger dari media, jadi persepsi media juga jadi persepsi masyarakat.

      Setau gw ada qis, tapi ga perlente pake jas yang dibaliknya ada pistol otomatis. Cuman oom2 setengah baya galak yang pake jaket kulit walau panas terik😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: