Lay down the L’oreal Law

Brandstrom 2009 National Final

Saya mencoba menanalisis kualitas peserta L’oreal Brandstorm tanggal 14 April kemaren dengan kapabilitas saya yang iri hati dan sangat subjektif, tapi saya berusaha melihat dari sisi audience.

Team pertama yang maju, Odyssey dari SBM ITB

Secara konsep dan analisis juga strategi marketing, team ini sangat solid dan logis, juga dapat diterapkan di real market. Semua pertanyaan juri pun dijawab secara memuaskan. Tampilan slide yang manis didominasi oleh warna putih dan merah marun juga menjadi daya tarik tersendiri. Namun, ada kekurangan mendasar dari team ini. Odyssey tidak didukung visualisasi yang memukau kecuali template slide yang manis. Tidak ada TVC, opening video, animasi slide. Selain itu, team ini juga lemah sekali disisi penyampain kepada juri, monolog yang monoton dengan konsep segudang tentu saja susah dicerna oleh juri. Aura ketegangan masih sangat terasa di anggota dari Odyssey

Team kedua yang maju, Ganesha dari SBM ITB

Ganesha tampil dengan segudang data-data yang membantu mereka menganalisis keadaan pasar. Mereka juga didukung oleh desain botol parfum yang menarik juga display yang mereka punya untuk menggambar what the perfume will be. Namun, tampilan slide yang nyaris monoton dan bertebaran huruf-huruf dan kekeringan gambar menjadi poin yang lemah pada team ini walaupun cukup terbantu oleh opening video. Penyampaian yang lebih baik juga ditunjukan oleh team ini dengan so-called pembacaan puisi di video akhirnya mereka (bukan TVC).

Team ketiga yang maju, Prowood dari Prasetya Mulya

Opening yang nice dari team ini membantu mengembalikan mood juri dari pada banjir data dari dua team sebelumnya. Salah seorang personel yang good-looking juga totally in control menjadi tumpuan dari team ini. Animasi ala keynote cukup membantu mengalirkan flow presentasi walaupun template dasarnya sama persisi dari awal sampe akhir (dibandingkan dengan Odyssey yang tiap kalimat ganti slide) .Sorry to say, tapi analisis dari team ini totally zero. Mereka cuman menunjukan beberapa data (team sebelumnya uncountable) dan jadilah parfum dengan bentuk yang tidak terlalu menarik cenderung imajinatif. TVC simple, mereka mengambil potongan2 iklan maybelline dan dirangkai, dengan konsep seadanya tapi good-looking juga menjadi penutup presentasi mereka dengan manis.

Team terakhir, Espleandor dari UI

Analisis juga penyampaian yang cukup menarik menjadi kekuatan team ini. TVC juga desain produk yang tidak main-main juga menjadi poin plus besar bagi Espleandor. Opening dengan monolog persuasi dari salah seorang personal yang berpakaian TIDAK tepat pada kesempatan kali itu. Dari dilanjut dengan data dan slide yang monoton. Perpindahan personel yang dibuat dialog yang sayang sekali tidak lucu. Peralihan chapter juga masih diusung dengan si monolog persuasif ‘fasten your seat-belt’.

Itu tadi pendapat saya, namun juri berpandangan lain nampaknya. ^^

Tambahan: Terima kasih untuk Espleandor yang sudah sudi mampir ke blog sederhana ini.

~ by Marketing Blog on April 17, 2009.

35 Responses to “Lay down the L’oreal Law”

  1. Kalo menurut Juri gimana? Paparin juga dong.

    (kalo kelompok lo sendiri…?)

    • Nah itu dia, sejak presentasi dari UI terus kita break 10 menit sambil jurinya diskusi. Terus mereka tiba-tiba come up cuman berdua si perancis ama india. Lalu mereka bilang kaya, ‘its so hard for us to choose because you guys are awesome blablabla and winner is espleandor’. Just it.
      Kelompok gw yang Odyssey itu. Pertama.

  2. nice analysis..

    you are pretty critical..

    Wish we could have a bit chat with a cup of coffee

    we could throw up lots of ideas,,

    • Thank you.🙂
      That’s my subjectivity at all.
      Just call me whenever you in Bandung. I will spend some time for you and/or your team.
      It would be nice.

  3. anyway, I love to see your passion in your presentation..

  4. and thanks for your critic of our performance, we will consider it as a wonderful input to create a ‘high impact’ presentation
    🙂

    • You are welcome, Tantia.
      I hope Indonesia beat any other team in Paris. Show them we are the best. Merdeka! Lol

  5. who the hell

    • Anggota Espleandor, the L’oreal Brandstrom Indonesia International Finalist.🙂

      • wah koq lo ngga teriak “YOU SUCK BITCHEEEESSSS” yang kayak biasa kita lakukan

      • Tentu saja, itu bukan KITA, sar Hahahaha.
        Terlebih-lebih di blog gw sendiri. Kalo diblog orang lain iya mungkin.
        Hahahahaha

  6. Hmm..nice to see your trying to be nice..I appreciate that..

    I promise to beat the others in Paris..

    @Grimmjaw: lol!spt yg gw bilang setiap masukan gw anggap berharga..So, thanks!

    • Thank you, Tantia. I been waiting for it.
      Sorry for GrimmJaw stupidity, he always do that to anyone. Take it easy, please.🙂

      • it’s ok fad..just wondering what kind of person he is…

        i’ll inform U if i’m in bandung..as what i’ve said, must be nice to discuss many things with U..

  7. wahahahahah

    good reaction

    gw cuma bercanda okeh😀 Ifad orangnya nggak kayak gitu koq

    (emang beda ama gw dan kawan2)

  8. btw Ifad is really passionate about everything

    hahahahahahahahahahah

  9. emang, Ifad tuh bagaikan lobster dibalik kerikil

    oy ayo maen dota

    • yang tantia maksud itu lo , sar.
      hehe kangen dibantai ama gw ya?

      • gw? gw mah anak lugu dan polos yang selalu berkata jujur tanpa ada maksud yang tidak benar

        kagak gw kangen ngebantai elo, huehe

        eh itu si Hamba Tuhan siapa seh? kata katanya nggak enak banget deh, ngga ngenakin

      • anak lugu dengan teori superior lo. makan tuh teori. lol.
        kurang tau ya sar, mungkin lo bisa ngitarin satu sbm buat nyari tau siapa oknum satu itu?

      • ck, gw ini anak innocent

        dari kata-katanya, menurut lo itu anak tutor mana? C apa B?

      • bull to the shit lo jar. gw pikir malah apastia asalnya.

  10. nggak mungkin lah itu anak Apastia

    • kenapa? somehow gw ngerasa tatacara bahasanya bergaya apastia.

      • Iya gituh…? Tata bahasa Apastia gimanah…?

        Habis dia nyinggung-nyinggung Mug kan (yang kejual 1000 etc etc) jadi gw pikir kalo ngga B ato C yang sama-sama jualan Mug. Apastia kan nggak ada urusan sama Mug…

  11. mengenai HAMBA ALLAH SWT… he must have had a decent reason why he covered his identity. otherwise, he/she is just plain coward. now, i’m happy with this theory.

  12. mmm… sebenernya gw ingin tau juga mengenai identitas si “hamba”. cuman… ngga deh. gw ngga akan main terka2an lagi. gw cukup sampai disini.

    mari kita bermain sedikit psikologi. hahahaa… kalo gw adalah si “hamba”, gw akan merasa: “wow, ada dua anak yang penasaran sama diri gw siapa sebenarnya.” dan gw otomatis akan merasa bahwa diri gw ‘penting’. ngerti ga? gw mah bakal cengar-cengir aja ngebaca investigasi kalian. seperti, “heuheueheue… lo gak akan tau siapa gw. mampus lo…”

    maybe i watch too much crime films, but this is like the time when the serial killer is being investigated by the two cops, you know. the FBI is looking for the killer, and the news is all over the paper, television, internet. and the serial killer, just sit in his hiding place, and smile. enjoying it.

    heuehuehueu… too much .avi

    • lanjutan konspirasi qisti, two cops ini, yang satu dari FBI (gw) sama fasar dari WPPD (WordPress Police Department) sebenernya merencanakan tipu muslihat di balik tindakannya. Media hanya cara untuk menarik si hamba ini keluar dari persembunyiannya. Pada saatnya, ketika si hamba ini sudah merasa di atas angin dia akan melakukan kebodohan yang akan menunjukan identitasnya.

      Sejujurnya ya qis, komennya lo yang segitu panjang justru yang bikin dia cengengesan. Hehehe.

      • dih.. lo mau nya yang keren. FBI. si fasar di kasi WWPD, ngga exist, khayalan doang. -_-;

        mungkin dia cengengesan baca komen gw yang panjang, tapi paling ngga gw bener kan? kalo si hamba membaca komen gw barusan, dia akan tersentil (i hope).

        btw, kalo lo FBI, fasar WWPD, gw psikolog yang membuat psychological profile mengenai si hamba. hehehe… (gak mau kalah keren dong…)

      • yeah, dia bakal cengengesan pasti hehehe ada orang yang rela nulis segitu panjang buat ngomentarin tindakannya males nulis nama. Hahaha. Iya qis, lo jadi profillernya gitu yang ngelacak pelaku dari perilakunya pake referensi kasus kasus sebelumnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: